Kebanyakan orang menganggap taman sebagai sebidang rumput dengan beberapa bunga menempel di dalamnya. Itu hanya membuang-buang ruang. Halaman Anda memiliki topografi, kondisi cahaya, dan jenis tanah yang menentukan apa yang sebenarnya bisa bertahan. Jika Anda mencoba memaksakan tanaman yang menyukai air ke tanah yang kering dan berbatu, Anda hanya akan kalah. Caranya adalah dengan mencocokkan gaya taman dengan batasan alami lanskap.
Beberapa pemilik rumah menginginkan tampilan medan pegunungan yang terjal. Yang lain memerlukan perbaikan dengan sedikit perawatan untuk lereng yang sulit dipangkas. Ada jenis taman khusus untuk hampir setiap sudut properti Anda. Inilah cara memecahnya.
Зміст
Taman Batu untuk Lereng dan Kekeringan
Taman batu bukan sekadar tumpukan batu. Ini seharusnya meniru lereng gunung alpen. Anda ingin batu yang dipahat kasar, bukan batu sungai yang halus. Pikirkan tepi dan celah yang bergerigi. Padukan dengan bunga gunung dan dedaunan kuat yang tahan terhadap saluran pembuangan.
Kegunaan sebenarnya di sini adalah topografi. Jika Anda memiliki bukit terjal di halaman Anda, taman batu memecahkan dua masalah sekaligus. Ini menghentikan erosi. Dan hal ini menghilangkan kebutuhan untuk menggerakkan mesin pemotong rumput naik dan turun di tanjakan yang berbahaya.
Yang Anda perlukan:
* Batuan besar dan berpori untuk drainase dan struktur.
* Tanaman alpine seperti sedum, saxifrage, atau thyme.
* Campuran tanah yang memiliki drainase yang baik.
Taman Peneduh untuk Sudut Gelap
Eksposur di wilayah utara sering kali dingin dan gelap. Pepohonan besar menimbulkan bayangan gelap yang mematikan sebagian besar wilayah yang menyukai sinar matahari. Jangan melawannya. Rangkullah kesuraman.
Taman peneduh tumbuh subur di tempat-tempat yang terabaikan ini. Anda akan menukar bunga matahari dengan pakis, hosta, dan penutup tanah yang tahan naungan. Ini tentang mencerahkan area yang gelap tanpa memaksa tanaman tumbuh di tempat yang tidak bisa mereka tumbuhkan. Anda juga bisa menggunakan tanaman merambat untuk memanjat batang pohon rindang yang besar itu.
Tanaman utama:
* Hostas (untuk tekstur daun).
* Pakis (untuk tampilan lantai hutan yang subur).
* Astilbe atau jantung berdarah untuk semburat warna.
Taman Air Sesuai Anggaran
Fitur air dulunya merupakan proyek profesional. Anda harus menuangkan beton, menyewa penata taman, dan berdoa agar lapisannya tidak bocor. Era itu sudah berakhir.
Lapisan fleksibel modern dan kolam yang telah dibentuk sebelumnya telah mendemokratisasi berkebun air. Anda dapat menggali lubang, memasang lapisan, mengisinya dengan air, dan menanam spesies air. Ini tidak serumit kedengarannya. Kuncinya adalah memilih kedalaman yang tepat untuk tanaman Anda. Beberapa perlu terendam; yang lain membutuhkan akarnya basah tetapi meninggalkannya di udara.
Keamanan dan pemeliharaan:
* Pasang pompa jika ingin memindahkan air; itu mengusir nyamuk.
* Pilih tanaman air asli untuk mencegah spesies invasif mengambil alih.
* Periksa integritas liner setiap tahun sebelum musim dingin.
Kebun Herbal untuk Dapur
Mengapa membeli kemangi di toko jika Anda bisa melepaskannya dari teras Anda dalam tiga detik? Kebun herbal menjembatani kesenjangan antara hortikultura dan memasak. Anda mendapatkan tanaman keras (seperti rosemary dan thyme) dan tanaman semusim (seperti daun ketumbar dan peterseli).
Ini memaafkan. Mereka tidak membutuhkan drainase yang sempurna seperti kebanyakan tanaman hias, meski mereka tetap tidak suka basah. Anda bisa menanamnya di tanah atau di pekebun jendela jika ruangnya sempit. Imbalannya adalah rasa langsung. Tidak perlu lagi menggali kantong herba kering yang kusut dan terasa seperti debu.
Berkebun Kontainer untuk Ruang Kecil
Jika Anda menyewa, atau jika halaman Anda pada dasarnya terbuat dari beton, kontainer adalah satu-satunya pilihan Anda. Ini juga merupakan titik masuk terbaik bagi pemula. Anda mengendalikan tanah. Anda mengontrol drainase. Jika tanaman mati, Anda membuangnya, bukan keseluruhan rencana lanskap Anda.
Anda dapat mencampurkan dedaunan dengan bunga dalam satu pot, atau mendedikasikan wadah khusus untuk tanaman khusus. Anggrek, mawar mini, atau hanya satu tanaman fokus yang mencolok. Ini modular. Anda dapat memindahkannya untuk mengejar matahari saat musim berganti.
Bulb Gardens untuk Pameran Musim Semi
Umbi adalah taruhan untuk masa depan. Anda menanamnya di musim gugur, menguburnya dalam-dalam, lalu menunggu berbulan-bulan. Saat musim semi tiba, Anda akan dihadiahi warna yang menakjubkan dan dapat diandalkan. Bakung, tulip, eceng gondok—semuanya berasal dari umbi.
Perawatannya minimal setelah tanam. Namun, Anda harus menanganinya dengan benar setelah mekar. Jangan langsung memotong daun umbinya. Biarkan mereka menguning dan mati kembali secara alami. Ini memberi semangat untuk pertunjukan tahun depan. Jika Anda membaginya di akhir siklus, Anda dapat menyebarkan lebih banyak secara gratis.
Annuals vs. Perennials: Keputusan Inti
Ini adalah pilihan terbesar yang akan Anda buat. Ini menentukan beban kerja mingguan Anda.
Tahunan mekar dari musim semi hingga embun beku pertama. Mereka adalah mesin warna tanpa henti. Tapi mereka mati setelah satu musim. Anda harus menanam kembali setiap tahun. Anda juga perlu mematikannya (menghilangkan bunga yang sudah mekar) untuk mendorong lebih banyak bunga. Penyiangan dan penyiraman dilakukan secara konstan. Jika Anda menginginkan kepuasan instan dan tidak keberatan dengan pekerjaannya, lakukanlah secara tahunan.
Tanaman keras muncul kembali tahun demi tahun. Mereka membangun akar yang dalam



























